Rabu, 26 Januari 2011

Pengorbanan Hidup

Semenjak kecil,aku selalu merasa ada yang berbeda pada diriku dibanding kedua kakak ku. Aku tergolong anak yang berani & cuek. Mama selalu bersikap keras pada kami,sedangkan papa jarang dirumah krn pekerjaannya mengharuskan papa berada di tengah laut selama beberapa minggu. Aq memang bukan anak kesayangan mama,krn mama memang gak pernah pilih kasih,tapi bagi ku, aq merasa lebih dekat dengan papa (mgkn krn aq anak perempuan).
Thn 94, mama meninggalkan kami semua,rasanya,semua ikut hilang dari hidupku. Kehilangan sosok ibu diumur ku yg baru 9th membuat aq harus menjalani hidup berbeda dgn anak2 seusiaku. Aq hrs lebih dewasa,krn aq merasa hrs menjaga papa yang kini sendiri.
Hari2 dimana aq bisa pergi bermain,ke mall,jalan2,semua berganti. Aq yg harus menemani papa pergi ke acara2,atau dinas keluar kota, belajar mengurus keuangan sendiri, belajar menjadi sosok yg dewasa. Krn tertanam dibenak ini,kalau bukan aq,siapa lagi yg bisa.

Kini setelah dewasa,aq pun masih seperti itu. Selalu menuruti perintah papa,sekolah disini,kuliah disini,kursus ini,ikut kesini,tdk boleh pergi, jgn pakai itu dll. Aq selalu menuruti papa hanya untuk membuat papa bahagia. Tapi untuk yang satu ini hati ku berontak,aq gak mau.
Aq yakin,suatu hari aku akan dpt pekerjaan,tapi bukan pekerjaan dari DIA. Aq gak mau dia besar kepala,aq gak mau nanti selalu diungkit2 bahwa aq berhutang budi sama DIA.

Andai aja papa mengerti,bahwa pengorbanan hidup aku untuk membahagiakan papa selama ini udh cukup banyak and besar. Kenapa papa masih terus meminta aq berkorban berkorban berkorban dan terus berkorban???!!! Aq capek pa,aq lelah.. Kadang ingin rasanya pergi aja,mungkin aq bisa tenang,mgkn papa juga bisa lebih tenang.

Aq tau papa sayang aq,aq juga sangat sayang papa. Tapi untuk yang satu ini aq gak bisa pa,MAAF...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar